DAFTAR ORMIT
(Ikatan Pendidik dan Pengelola Pendidikan Musik Indonesia (IPPPMI)
Argadia
Asosasi Profesi Perpajakan Indonesia (APROPI)
Asosiasi Ahli Tata Rias Pengantin Modifikasi dan Modern (KATALIA)
Asosiasi Para Pemijat Pengobatan Indonesia
Asosiasi Pemerhati Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (APLIKASI)
Asosiasi Pendidik Dan Ppengembang Bahasa Mandarin Di Indonesia (APPBMI)
Asosiasi Pendidik dan Praktisi Seni Pertunjukan Indonesia
Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia (ASPETRI)
Asosiasi Praktisi Teknik Otomotif (APTO)
Asosiasi Profesi Ekspor Impor Seluruh Indonesia (APRESINDO)
Asosiasi Profesi Pendidik dan Praktisi Teknisi Akuntansi Indonesia (APPTASI)
Asosiasi SPA Indonesia (ASPI)
Asosiasi SPA Terapis Indoensia (ASTI)
Himpunan Ahli Rias Pengantin "Melati" (HARPI MELATI)
Himpunan Ahli Teknik Penyiaran Indonesia (HATPI)
Himpunan Pengembangan Kepribadian Indonesia(IPRISIA)
Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (HIPKI)
Himpunan Seluruh Pendidik dan Penguji Indonesia PNF (HISPPI)
Ikatan Ahli Boga Indonesia (IKABOGA)
Ikatan Pembuat Hantaran Indonesia "Pancawati" (IPHI Pancawati)
Ikatan Penata Busana Indonesia "Kartini" (IPBI Kartini)
Ikatan Sekretris dan Administratif Profesional Indonesia (ISI)
Indonesian Administrative Profesional Association (IAPA)
Indonesian English Course Teachers’ Association (IECTA)
Mayarakat Floristri Indonesia (MFI)
Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia (Tiara Kusuma)
Persatuan Akupunkturis Seluruh Indonesia (PAKSI)
Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI)
Persatuan Pengelola Usaha dan Pendidikan Makanan Khusus PELANGI (P3MK Pelangi)
Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia (ASPETRI)
AlamatJl. Balai Pustaka Timur No. 14 - Rawamangun Jakarta Timur 13320
Tlp. 021-70467915 - Fax. 021-7239583
Sejarah

SEKILAS SEJARAH ORGANISASI

Pada tanggal 25 Juli 2003 diadakan pertemuan di Departemen Kesehatan RI Jl. H.R. Rasuna Said, dalam rangka Sosialisasi Peraturan Menteri Kesehatan No. 1076/Menkes/SK/VII/2003 tentang Penyelenggaraan PengobatanTradisional.

Asosiasi Pengembang Tanaman Obat Indonesia (APTOI) salah satu yang ikut diundang oleh DEPKES. Penjelasan diberikan oleh Bapak Prof. DR. Asrul Aswar, MPH selaku Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat DEPKES, dan Ibu Faizati Karim, MPH selaku Direktur Kesehatan Komunitas,yang intinya Pengobatan Tradisonal dikelompokkan menjadi 4(empat) yaitu Ketrampilan, Ramuan,Pendekatan Agama dan Supranatural. Selanjutnya sosialisasi akan diberikan kepada masing-masing kelompok oleh Kasubdit Tradisional.

Pada tanggal 18 Agustus 2003 dalam pertemuan anggota APTOI di Kebun Tanaman Obat Sringganis diberikan sosialisasi Permenkes 1076/2003 oleh dr, Agnes M. Loupaty, Mkes selaku Kasubdit Tradisional, pokok bahasan agar Pengobat tradisional yang bernaung dalam APTOI segera memisahkan diri dengan membuat wadah baru dalam bentuk Asosiasi. Diharapkan selambat-lambatnya 30/09/2003 sudah didaftarkan ke Depkes, berupa AD/ART, Visi-Misi, Program Kerja, Pengurus, Anggota dan Kantor Sekretariat. Dengan iktikat baik tanpa pamrih maka didirikan asosiasi oleh sdr. Drs, Arief Hariana, ibu Betty Parede, SH, Purwo Suryanto, BSc dan Iskandar Ali, SE dengan alamat kantor Ruko Permata  Ancol.- Jakarta Utara. Dengan nama Asosiasi Pengobat Ramuan Tradisional Indonesia (AsPeRaTrI) dan  selaku Ketua Umum Sdr. Drs. Arief Hariana, Sekretaris Umum Sdr Purwo Suryanto, BSc, Bendahara Umum Sd. Iskandar Ali SE dan Bidang hukum serta keanggotaan Ibu Betty Parede, SH.

Didalam perjalanan organisasi tidak berjalan mulus karena tarik ulur antara asosiasi dengan Depkes, masalah operasional, Depkes minta jalan dulu baru perijinan diberikan setelah dinilai. Pengurus menginginkan setelah ijin diberikan baru operasionil karena bila harus dinilai dulu maka organisasi yang sudah dibentuk ini jadi tidak jelas. Sampai tahun 2005, organisasi bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Univ. Borobudur, namun tetap belum ada kejelasan ijin dari Depkes, dan berkonsultasi dengan Direktur Pembinan Kursus dan Pelatihan DepDikBud, oleh Bpk.Bambang disarankan membuat konsorsium dan mendaftarkan ke Depdikbud, namhn pengurus karena fokus ke Pe Pengobatan Tradisional saran Direktur ditampung dulu.

Karena saling tarik ulur, Ibu dr, Agnes mengundang Ketua Umum serta menginginkan adanya perubahan dengan menambahan kelompok yang belum masuk kedalam AsPeRaTri. Disepakati untuk dilakukan reorganisasi dengan syarat DEPKES yang mengundang semua pengobat tradisional serta fasilitas gedung Depkes digunakan untuk pertemuan. Kemudian dibentuk Tim perumus dan pelaksana terdiri atas  7 orang yaitu Drs. Arief Hariana, Ir. WP Winarto (Karyasari), Drs. FX Suprapto, Apt. (Karyasari), Ibu Hartini Kuntjoro, Ir. Edwina Rahmayanti, MBA, Ibu Sophia Luckman, dan Ibu Endah Lasmadiwati dari Kebun TO Sringganis. Dikarenakan ibu Endah tidak bersedia maka Tim menjadi 6. Pelaksanaan pemilihan pengurus dilakukan 27 Juni 2005. Dari Undangan yang disebarkan, yang hadir ada 58 orang dan dipilihlah Kepengurusan Baru dengan Nama Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia (ASPETRI). Logo pun dirubah.

Sejak tanggal  27 Juni 2005 dinyatakan sebagai berdirinya ASPETRI.

Visi & Misi

VISI

Menjadikan ASPETRI yang handal, berdedikasi dan menyatukan semua Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia dari semua suku, golongan dan agama dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, menyehatkan bangsa,melestarikan sumber daya alam dan budaya tradisional  Indonesia

MISI

Menghimpun para Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia didalam satu wadah yaitu Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia

Memperbaiki dan meningkatkan kompetensi anggota Pengobat Tradisional Ramuan secara terus menerus dalam kerangka pelayanan pengobatan tradisional Indonesia  khususnya Ramuan Tradisional di Indonesia  dengan  orientasi pada pengobatan yang aman  untuk  kepentingan pasien.

Menyelenggarakan penyuluhan dan perlindungan hukum bagi para anggota asosiasi

Menye!enggarakan pertemuan, simposiurn, seminar, pelatihan, penelitian, dan pendidikan berkelanjutan  berkaitan dengan ilmu pengobatan tradisional Indonesia khususnya ramuan tradisional.

Menjalin hubungan kerjasama dengan organisasi, lembaga, institusi, Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, APTOI, GP JAMU, PERHIBA dan /atau perorangan yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan kesehatan, pengobatan Tradisional Indonesia, baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk mencapai visi AsPeTRI 

Mempersiapkan pembentukan Lembaga Pendikan / Akademi / Fakultas dibidang Pengobatan Ramuan Tradisional  berdampingan dengan  Pengobatan Konvensional baik sendiri dan/atau bergabung dengan Lembaga Pendidikan/Akademi/Fakultas dari Institut/ Universitas Negeri maupun swasta

Tujuan & FungsiTUGAS

Menghimpun seluruh pengobat tradisional ramuan Indonesia dalam sebuah wadah asosiasi untuk mendukung, melindungi dan meningkatkan kompetensi anggotanya. Memberikan perlindungan hukum dan pengawasan bagi anggota asosiasi pengobat tradisional ramuan terhadap tuntutan yang ada sebagai akibat pelanggaran atas ketentuan yang berlaku yang belum atau tidak sepenuhnya dapat diikuti dalam praktek pengobatan. Memberikan teguran atau sangsi bagi para anggota asosiasi pengobat tradisional ramuan bila melanggar peraturan yang berlaku. Menggunakan hasil penelitian dari penemuan terakhir dari bahan ramuan tanaman obat sebagai bagian dari hasil pengembangan penggunaan ramuan tradisional.

FUNGSI

Membantu para pengobat tradisional untuk memahami peraturan perijinan pengobatan tradisional ramuan dan peraturan perundang-undangan lainnya. Membantu program pemerintah dalam menapis masuknya tenaga kesehatan /pengobat ramuan tradisional timur asing maupun obatnya ke Indonesia Menjadikan pengobatan tradisional ramuan Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri, menjaga citra serta mutu pengobatan secara baik dan benar, tanpa melakukan tindakan yang menyimpang maupun tidak terpuji, yang akan menjatuhkan martabat pengobat serta membahayakan pasien
Keterangan Logo
  1. Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia (ASPETRI) berlambangkan lumpang dan alu bermaknakan tradisional serta proses penyiapan obat untuk mereka yang membutuhkan serta beralaskan daun dan kepulauan Indonesia yang mengartikan bahwa dasar pengobatan adalah dari tanaman herbal yang tersebar di seluruh kepulauan Indonesia dan sekaligus melambangkan persatuan dan kesatuan pengobat tradisional ramuan Indonesia.
  2. Warna dasar hijau yang bermakna hidup dan tumbuh bertuliskan ASPETRI bermakna seluruh pengobat tradisional ramuan bergabung dalam satu wadah.
  3. Bingkai lingkaran emas bermakna suatu ikatan dari persatuan dengan nilai mulia dan mencerminkan keluhuran budi para anggotanya
STRUKTUR ORGANISASI
Tahun 2015 s/d 2019
Tahun 2015 s/d 2019
Tahun 0000 s/d 0000
Tahun 0000 s/d 0000
BERITA
2017 © Direktorat Pembinaan Kursus & Pelatihan
Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal - Kementerian Pendidikan & Kebudayaan
website: http://www.infokursus.net - email: ditbinsus@yahoo.co.id