DAFTAR ORMIT
(Ikatan Pendidik dan Pengelola Pendidikan Musik Indonesia (IPPPMI)
Argadia
Asosasi Profesi Perpajakan Indonesia (APROPI)
Asosiasi Ahli Tata Rias Pengantin Modifikasi dan Modern (KATALIA)
Asosiasi Para Pemijat Pengobatan Indonesia
Asosiasi Pemerhati Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (APLIKASI)
Asosiasi Pendidik Dan Ppengembang Bahasa Mandarin Di Indonesia (APPBMI)
Asosiasi Pendidik dan Praktisi Seni Pertunjukan Indonesia
Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia (ASPETRI)
Asosiasi Praktisi Teknik Otomotif (APTO)
Asosiasi Profesi Ekspor Impor Seluruh Indonesia (APRESINDO)
Asosiasi Profesi Pendidik dan Praktisi Teknisi Akuntansi Indonesia (APPTASI)
Asosiasi SPA Indonesia (ASPI)
Asosiasi SPA Terapis Indoensia (ASTI)
Himpunan Ahli Rias Pengantin "Melati" (HARPI MELATI)
Himpunan Ahli Teknik Penyiaran Indonesia (HATPI)
Himpunan Pengembangan Kepribadian Indonesia(IPRISIA)
Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (HIPKI)
Himpunan Seluruh Pendidik dan Penguji Indonesia PNF (HISPPI)
Ikatan Ahli Boga Indonesia (IKABOGA)
Ikatan Pembuat Hantaran Indonesia "Pancawati" (IPHI Pancawati)
Ikatan Penata Busana Indonesia "Kartini" (IPBI Kartini)
Ikatan Sekretris dan Administratif Profesional Indonesia (ISI)
Indonesian Administrative Profesional Association (IAPA)
Indonesian English Course Teachers’ Association (IECTA)
Mayarakat Floristri Indonesia (MFI)
Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia (Tiara Kusuma)
Persatuan Akupunkturis Seluruh Indonesia (PAKSI)
Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI)
Persatuan Pengelola Usaha dan Pendidikan Makanan Khusus PELANGI (P3MK Pelangi)
Himpunan Ahli Teknik Penyiaran Indonesia (HATPI)
AlamatJl. Panjang no 25 Cidodol. Kebayoran lama. Jakarta Selatan 12220 Email : hatpi@cbn.net.id
Tlp. 021-70983338/53673173 - Fax. 021-7222857/53673173
SejarahTahun 1990 beberapa teknisi TVRI berinisiatif membentuk suatu organisasi profesi yang aktivitasnya independen dari pengaruh kebijakan birokrat perusahaan maupun dari pengaruh kebijakan politik pemerintahan. Kegiatan pokok organisasi profesi dimaksud adalah untuk melakukan diskusi-diskusi kelompok terhadap isu teknologi televisi yang sedang berjalan dan yang akan berkembang dimasa mendatang.

Hasil diskusi diterbitkan dalam cetakan tulis yang disebar-gandakan secara berantai untuk diketahui seluruh anggota dan rekan-rekan anggota yang berminat. Terbentuklah kelompok diskusi profesi ini dengan nama TITIS (bahasa Jawa, yang berarti tepat sasaran) pada Mei 1990.

Tahun demi tahun TITIS terus berkembang populasi anggota maupun populasi terbitannya. Aktivitas diskusi makin berkembang meluas merambah ke teknologi radio. TITIS menyampaikan proposal kepada satuan kerja RRI untuk dapat mengajak teknisi RRI menjadi anggota TITIS. Direktorat Jendral RTF yang membawahkan TVRI dan RRI saat itu mengetahui proposal TITIS, segera memberi restunya dengan dukungan penuh agar supaya TITIS berkembang, maka diharapkan insan-insan RRI agar berpartisipasi dalam TITIS.

Setelah berjalan 3 tahun TITIS beraktivitas, maka pada April 1993 beberapa Teknisi dari : Pusbinsartek RTF , RRI, dan TVRI berkumpul di RTF dengan dimotori oleh teknisi senior (Sesditjen RTF) Bp Ir Nurhadi Subroto berdiskusi tentang suatu organisasi profesi yang dapat mengakomodasi aktivitas mengembangkan diri bagi setiap teknisi Radio dan Televisi yang ada di Indonesia.

Teknisi mufakat untuk mengganti nama organisasi TITIS dan menyusun kepengurusan pertama. Yaitu suatu organisasi profesi yang non-pemerintah, mandiri, independen, nirlaba. Maka TITIS berubah nama menjadi: Himpunan Ahli Teknologi Penyiaran Indonesia, disingkat HATPI.

Pengurus pertama terpilih sejumlah 5 orang dengan komposisi sebagai berikut : Ketua : Sasmita W ; Wakil Ketua : Erina HC Tobing ; Sekretaris 1 : Achmad S A ; Sekretaris 2 : Muliardi Chaidir ; Bendahara : Darso. Pengurus pertama HATPI mendapat tugas segera menyusun AD/ART dan inventarisasi pendaftaran anggota.

Populasi anggota HATPI tercatat berjumlah 57 orang dan AD/ART terbit 8 Juli 1993. Mulai tahun 2009, HATPI telah memperbaiki nama lengkapnya menjadi Himpunan Ahli Teknik Penyiaran Indonesia dengan singkatan tetap. Teknologi berganti nama menjadi Teknik untuk mengakomodasi aktivitas non engineering dalam dunia penyiaran.
Visi & MisiVISI:

Menjadi lembaga pengkajian dan pengembangan di bidang penyiaran radio & televisi yang profesional, mandiri, terkemuka dan terpercaya.

MISI:
  1. Menghimpun dan mendayagunakan pengalaman, keterampilan dan pemikiran para ahli di bidang penyiaran dalam rangka pengembangan bidang penyiaran di Indonesia.
  2. Melakukan analisis dan evaluasi terhadap perkembangan dan kemajuan bidang penyiaran.
  3. Memberikan informasi dan jasa konsultansi di bidang penyiaran.
  4. Memberikan sumbangan pemikiran kepada pemerintah maupun pihak swasta dan masyarakat pada umumnya demi kemajuan bidang penyiaran di Indonesia.
Tujuan & Fungsi
  1. Meningkatkan peran dan kontribusi para ahli bidang penyiaran dalam upaya pengembangan bidang penyiaran di Indonesia.
  2. Mencapai lembaga yang professional dan terpercaya dalam upaya pengembangan bidang penyiaran di Indonesia.
  3. Menjadikan kelompok para ahli bidang penyiaran sebagai pemikir, pengkaji dan penilai bidang penyiaran di Indonesia.
  4. Menciptakan sinergi antar para ahli bidang penyiaran, terutama dalam pengembangan pengetahuan dan keterampilan satu sama lain.
Keterangan Logo
  1. Gambar menara, memberi arti bahwa penyiaran radio dan televisi menggunakan menara untuk memancar luaskan siaran-siarannya kepada masyarakat.
  2. Simbol melengkung mulai dari tebal disisi kanan terus menipis kekiri, member arti siaran dipancar-luaskan secara pasti dan menjangkau masyarakat sejauh mungkin.
  3. Tulisan h@tpi adalah singkatan dari nama organisasi ini yaitu Himpunan Ahli Teknik Penyiaran Indonesia.
STRUKTUR ORGANISASI
BERITA
2017 © Direktorat Pembinaan Kursus & Pelatihan
Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal - Kementerian Pendidikan & Kebudayaan
website: http://www.infokursus.net - email: ditbinsus@yahoo.co.id