DAFTAR ORMIT
(Ikatan Pendidik dan Pengelola Pendidikan Musik Indonesia (IPPPMI)
Argadia
Asosasi Profesi Perpajakan Indonesia (APROPI)
Asosiasi Ahli Tata Rias Pengantin Modifikasi dan Modern (KATALIA)
Asosiasi Para Pemijat Pengobatan Indonesia
Asosiasi Pemerhati Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (APLIKASI)
Asosiasi Pendidik Dan Ppengembang Bahasa Mandarin Di Indonesia (APPBMI)
Asosiasi Pendidik dan Praktisi Seni Pertunjukan Indonesia
Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia (ASPETRI)
Asosiasi Praktisi Teknik Otomotif (APTO)
Asosiasi Profesi Ekspor Impor Seluruh Indonesia (APRESINDO)
Asosiasi Profesi Pendidik dan Praktisi Teknisi Akuntansi Indonesia (APPTASI)
Asosiasi SPA Indonesia (ASPI)
Asosiasi SPA Terapis Indoensia (ASTI)
Himpunan Ahli Rias Pengantin "Melati" (HARPI MELATI)
Himpunan Ahli Teknik Penyiaran Indonesia (HATPI)
Himpunan Pengembangan Kepribadian Indonesia(IPRISIA)
Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (HIPKI)
Himpunan Seluruh Pendidik dan Penguji Indonesia PNF (HISPPI)
Ikatan Ahli Boga Indonesia (IKABOGA)
Ikatan Pembuat Hantaran Indonesia "Pancawati" (IPHI Pancawati)
Ikatan Penata Busana Indonesia "Kartini" (IPBI Kartini)
Ikatan Sekretris dan Administratif Profesional Indonesia (ISI)
Indonesian Administrative Profesional Association (IAPA)
Indonesian English Course Teachers’ Association (IECTA)
Mayarakat Floristri Indonesia (MFI)
Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia (Tiara Kusuma)
Persatuan Akupunkturis Seluruh Indonesia (PAKSI)
Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI)
Persatuan Pengelola Usaha dan Pendidikan Makanan Khusus PELANGI (P3MK Pelangi)
Asosasi Profesi Perpajakan Indonesia (APROPI)
AlamatJl. Tidore Blok F5 No.11 RT 09/RW 07 Sukapura - Jakarta Utara Email: apropionline@gmail.com
Tlp. 021–44830910 - Fax. 021-44830910
SejarahPembentukan suatu organisasi asosiasi perpajakan, dilandasi oleh pengalaman bahwa banyak anggota masyarakat yang disibukkan oleh kebijakan di bidang pajak. Meskipun mereka sadar bahwa pajak adalah kewajiban, tetapi tidak memahami hak-hak yang diberikan undang-undang. Hal ini menimbulkan ketidakseimbangan antara hak dan kewajiban, ketidakpastian hukum dan dirasakan adanya ketidakadilan.

Sebaliknya pihak pemerintah, karena kesibukannya, belum/tidak sempat melakukan sosialisasi pajak secara meluas. Dari pendangan di atas, timbul gagasan dari para praktisi dan akademisi perpajakan dari beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta, dalam suatu pertemuan di akhir tahun 2009.

Tujuan pertemuan adalah untuk mengkonsolidasi diri dalam membentuk asosiasi yang menghimpun para profesi perpajakan dalam upaya meningkatkan kesadaran wajib pajak melalui kegiatan sosialisasi pendidikan dan pelatihan perpajakan dan membantu pemerintah dalam mensosialisasikan kebijakan perpajakan yang bersifat dinamik.

Salah satu keputusan penting dalam pertemuan ini adalah disepakati untuk membentuk asosiasi yang kemudian disebut Asosiasi Profesi Perpajakan Indonesia (APROPI) dengan Akte Pendirian No. 11 tanggal 25 Pebruari 2010. APROPI sudah terdaftar sebagai wajib pajak dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): 31.345.452.2-003.000.

Sebagai implementasi dari pembentukan asosiasi dan merupakan perwujudan dari akuntabilitas sebagai anggota masyarakat, sosialisasi dapat dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan perpajakan, seminar atau events yang diadakan oleh instansi pemerintahan. Pembinaan dan pelatihan merupakan kewenangan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka mencerdaskan masyarakat termasuk di bidang perpajakan.

Dengan menjadi mitra Direktorat Pembinaan dan Pelatihan Direktorat Jenderal PAUDNI, Non Formal dan Formal, asosiasi akan berupaya mengembangkan dan memperbaiki mutu peserta didik yang berkualitas baik, sehingga hasilnya (outcome) dapat dirasakan oleh seluruh mitra dan masyarakat umum.
Visi & MisiVISI:

Menjadi lembaga unggulan dalam membina masyarakat perpajakan di Indonesia serta fasilitator antara pemerintah dan masyarakat dalam mencapai keadilan, kepastian hukum menuju tertib pajak.

MISI:

Membangun suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan perpajakan yang berstandar nasional dan internasional bagi seluruh anggotanya.

Menjamin terciptanya perkembangan keilmuan, kualitas sumber daya, dan kegiatan riset pada semua lembaga-lembaga pendidikan perpajakan.

Mendorong terciptanya transparansi dan akuntabilitas publik dalam bidang perpajakan sehingga pajak semakin berdaya guna bagi pembangunan nasional.
Tujuan & Fungsi
  1. Pemenuhan kebutuhan akan tenaga profesional di bidang perpajakan dalam upaya mengurangi pengangguran dan membuka peluang usaha dan lapangan kerja, seiring dengan semakin tumbuhnya dunia usaha.
  2. Tercapainya kesadaran masyarakat, dunia usaha, dan industri dalam melaksanakan kewajiban perpajakan dan mendorong masyarakat untuk memahami, mematuhi dan membayar pajak dengan rasa nyaman dan tanpa tekanan.
  3. Menghindari kesalahan penerapan peraturan perpajakan yang akan sangat merugikan likuiditas pelaku usaha, melalui informasi perkembangan perpajakan nasional dan internasional kepada masyarakat.
  4. Membantu Direktorat Pembinaan dan Pelatihan – Direktorat Jenderal PAUDNI, Non Formal dan Formal dalam mencapai misi dan tujuannya, untuk mencerdaskan bangsa.
  5. Memberikan asistensi perpajakan kepada masyarakat dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan.
Keterangan Logo
  1. Gambar Jangka, jangka menggambarkan awal kehidupan masa depan yang diharapkan akan dijangkau melalui pendidikan dan pelatihan bagi seluruh masyarakat yang terjadwal dengan baik. Lembaga mempunyai jangkauan dalam mengantar wajib pajak ke arah kesadaran, keikhlasan, serta kepatuhan terhadap hak dan kewajiban dalam perpajakan.
  2. Gambar Lingkaran, lingkaran menggambarkan keterkaitan yang erat antara kepentingan negara untuk meningkatan penerimaan pajak dalam upaya untuk mensejahterakan, memakmurkan masyarakat secara berkesinambungan.
  3. Warna Biru gelap, menggambarkan adanya ketidak pahaman sebagian besar masyarakat terhadap perpajakan.
  4. Warna putih bersih yang melatar belakangi logo, diartikan sebagai upaya asosiasi untuk membuka tabir perpajakan menjadi jelas dan mudah dipahami.
  5. Warna merah, diartikan keberanian untuk memperjuangkan hak-hak wajib pajak
STRUKTUR ORGANISASI
BERITA
2017 © Direktorat Pembinaan Kursus & Pelatihan
Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal - Kementerian Pendidikan & Kebudayaan
website: http://www.infokursus.net - email: ditbinsus@yahoo.co.id